Siapa ..

Siapa rela kehilangan seluruh akal
Ditukar otak dengan pikiran hampa
Bagaimana menjual yang kekal
Sedang hasilnya tuk membeli yang fana

06092014

Iklan

Kata Jembatan Penyebrangan

Kata Jembatan Penyebrangan
Dia dibuat dengan dana jutaan
Dengan Konstruksi yang aduhai menawan
Diharapkan sarat akan kebermanfaatan

Kata Jembatan Penyebrangan
Dia kini kecewa pada para pengharap
Tiada digunakan dengan kebijaksanaan
Orang-orang menyebrang dibawah sambil mengabaikan

Kata Jembatan Penyebrangan
Dia sudah berdoa kepada Tuhan
Agar keinginannya dikabulkan
Agar Ia segera diruntuhkan

Itukah Kejadiannya?

Depok, 6 Agustus 2014

Ketika Menulis Menjadi Jalan Kearifan #7

“Ananda, kuharap engkau tetaplah berdoa untuk kebaikan. Hiasi lisan dan pikiranmu dengan kemuliaan. Berhentilah berfikir bahwa nantinya engkau akan kelaparan. Sejatinya, setiap manusia telah disediakan oleh Allah  rezeki, yang nantinya akan kau nikmati. Bersabarlah Ananda.”

Jakarta, 1 Agustus 2014

Ketika Menulis Menjadi Jalan Kearifan #6

“Ananda, katakanlah hal baik jika kamu bisa. Jadilah berarti dan bermanfaat bagi dunia dengan kemuliaan akhlakmu. Hiasi mulutmu dengan mengatakan kebajikan.”

“Ananda, jika kau tak mampu menyusun kata-kata mulia, katakanlah yang kamu bisa selama tidak menyakiti jiwa yang lain. Katakan selama masih ada dalam kebaikan.”

“Ananda, bila dirimu tak dapat mengatakan hal baik. Diamlah! Cukup Diamlah! Semoga hal itu yang akan menolongmu.”

Jakarta, 30 Juli 2014

Ada Hak Orang Lain Yang Belum Terpenuhi

Ada Hak Orang Lain Yang Belum Terpenuhi. Mungkin minjem buku belum dibalikin? Mungkin pinjam uang belum dibalikin? Mungkin nazar yang belum terpenuhi? mungkin ada janji yang belum terpenuhi? mungkin ada zakat belum ditunaikan? mungkin ada jasa budi yang belum dihargai? mungkin. .

#BuatSaya

Ketika Menulis Menjadi Jalan Kearifan #5

“Ananda, kemarilah sebentar. Kita berdiskusi untuk beberapa hal yang mungkin harus kau tahu.”

“Ananda, perubahan dunia semakin cepat. Janganlah kau jadi orang yang memiliki kontribusi dalam pendegradasian akhlak manusia. Janganlah jadi manusia yang tamak serakah hingga seperti tiada hak manusia lain dalam kehidupanmu.”

“Meskipun engkau tidak bisa berbuat apa-apa, jangan pernah berbuat yang merugikan, Ananda. Teruslah berdoa kepada Allah agar jiwa raga bisa berbuat banyak dalam kebaikan, dan mengusahakannya sedikit demi sedikit”

 

Jakarta, 27 Juli 2014

14:30

Ketika Menulis Menjadi Jalan Kearifan #4

“Ananda, hari ini hampir berakhir. Pagi telah kau jalani hingga malam ini kau kembali menemui mimpi. Sebelum tidur, bicaralah pada dirimu. Apa yang telah dirimu lakukan hingga senja tadi? hingga saat ini kau terakhir berkedip? Tanyakanlah ananda. Tanyakan pada dirimu apakah yang dilakukan sudah baik? atau belum baik?

“Ananda, jangan jadikan detik yang lalu menjadi uap yang sia-sia. Pergilah bersihkan dirimu, lalu temui dirimu dan minta ampunlah pada Penciptamu. Mungkin saja ada dosa yang tidak kamu ketahui, mungkin saja dirimu terikat kesombongan, padahal Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.”

“Ananda, Kuharap esok kau akan lebih baik.”

[Sebuah Pesan]

 

Jakarta, 24 Juli 2014