Eksotika Setu Babakan; Harta Karun di Sudut Jakarta

Jakarta atau bisa saya sebut wilayah pribumi orang betawi, memiliki khazanah dan budaya yag luar biasa. Bagai emas yang bertebaran dimana-mana, bagai bintang yang kasat mata yang terlihat di malam cerah, atau bahkan bagai lautan dirham didepan rumah. Kebudayaan betawi kaya akan nilai dan ciri khas. Namun, lambat laun khazanah yang penuh umpama ini mulai tergerus arus globalisasi yang mengkampanyekan kebudayaan yang bersifat homogen. Semua manusia tak terkecuali warga betawi mengalami pengaruh fanatisme yang tinggi pada budaya barat yang katanye lebih ngetren, atau lebih gaol mungkin. Tapi, ternyata dibalik kegelapan masih ada setitik cahaya yang tampak, ia adalah kawasan cagar budaya Setu Babakan. Kawasan cagar budaya yang mempertontonkan berbagai khazanah betawi dalam geraknya di “kekakuan gerak” budaya betawi saat ini. Setu Babakan terletak di daerah kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.


Kawasan ini diresmikan sebagai kawasan perkampungan sekaligus cagar budaya betawi pada tahun 2004 oleh Gubernur saat itu, Bapak Sutiyoso. Sebelum peresmian ini, sebetulnya sudah ada persiapan-persiapan terlebih dulu untuk memperkuat wilayah ini, sampai hingga dirasa cukup dan dapat diresmikan. Perkampungan Setu Babakan pernah menjadi salah satu tempat yang dipilih oleh  Pacifik Asia Travel Association (PATA) sebagai tempat kunjungan wisata bagi peserta konferensi PATA di Jakarta pada Oktober 2002. Kawasan ini memiliki luas sekitar 165 hektar dan terdapat diapit  dua danau yang diduduki oleh 3000 KK atau lebih yang sebagian besar ‘orang’  betawi asli yang secara turun temurun tinggal disitu dan sebagian kecil para pendatang yang sudah menetap selama puluhan tahun.

 

Cagar budaya ini menyuguhkan berbagai hal – hal menarik dan unik.. Mulai dari Lingkungannya, Alamnya, Suguhan budayanya, dan hal lainnya yang mungkin dirindukan oleh pencinta dunia betawi. Berikut beberapa keunikan;

  • Kawasan Cagar budaya ini memiliki bentang alam yang asri dan masih memiliki banyak pohon dan rindang. Jadi, cadangan oksigen tidak akan terasa kurang disini dan terasa adeeeemmm bangeet. Disana juga terdapat dua situ atau danau yang bernama situ mangga bolong dan situ babakan yang sangat indah dipandang.
  • Kawasan ini juga menyujuhkan pertunjukan-pertunjukan seni budaya betawi sepert; marawis, hadroh, tarian-tarian betawi, gambang kromong, lenong dan seni budaya betawi lainnya.
  • Kawasan ini menyediakan jajanan-jajanan khas betawi seperti kerak telor, soto betawi, bir pletok dan makanan khas lainnya.

Mungkin, itu sekilas dari sekian banyak informasi tentang harta karun di sudut Jakarta. kalau mau tahu lebih lanjut, kunjungi tempatnya.

Cara menuju lokasi ;

  • Dari Terminal Pasar Minggu, naik Kopaja No. 616 jurusan Blok M menuju Cimpedak, turun di depan pintu gerbang perkampungan Setu Babakan.
  • Menggunakan taksi dari Terminal Depok perkampungan Setu Babakan.
  • Dari Terminal Depok naik Metromini 616 jurusan Blok M-Pasar Minggu-Cimpedak atau naik angkutan umum bernomor 128, kemudian turun di depan pintu gerbang perkampungan Setu Babakan.

Sekian

about Setu Babakan:

 

 

*berbagai sumber

Iklan

Malu Sebagai Tuan Rumah; Part.2

Sistem drainase yang buruk juga juga mendukung usaha gedung tinggi yang sengaja menghisap habis segala sumber daya air tanah jakarta untuk meluluh lantakkan bumi Jakarta ini. Seharusnya menurut beberapa sumber, menurut  Guru Besar di Departemen Geofisika dan Meteorologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor Hidayat Pawitan dalam diskusi di IPB, Bogor, mengatakan  bahwa wilayah Jakarta yang luasnya hampir 650.000 hektar membutuhkan sekitar 6500 waduk yang tentu saja alokasiannya masing -masing 1 waduk untuk 100 hektar.  Banjir Kanal Barat dan Timur terlihat hari ini justru hanya menjadi Sarang sampah dan tetap saja seperti itu tak dapat mengurangi atau bahkan memberhentikan potensi banjir yang ada.

Masalah lingkungan yang selanjutnya adalah polusi. Polusi merupakan kata yang tak asing bagi kita semua penduduk Jakarta yang masih bisa menghirup oksigen dan menggunakan sumber daya udara lainnya. Tapi, apa yang terjadi hari ini? mulai dari asap rokok, tabunan, asap kendaraan bertenaga besi, hingga pembuangan dari ‘Usus’ pabrik  secara tidak langsung menjadi tersangka bagi hal ini. Mulai dari asap rokok, berapa ribu atau lebih mengambil korek dan menghisap rokok setiap harinya?. Lalu, berapa banyak kendaraan yang lewat atau mengelilingi Jakarta setiap harinya? setiap hari jutaan kendaraan memasuki Jakarta. Berapa banyak senyawa hasil pembakaran kendaraan bermotor?. padahal ini semua secara langsung menjadi faktor keburukan  kesehatan akibat polusi , dan sebagainya hingga beriringan dengan masalah lain.

ini menjadi sangat buruk manakala didukung oleh faktor lainnya, misal karena terlalu banyak kendaraan bermototr menyebabkan bahan bakar yang digunakan setiap harinya semakin terakumulasi dan berjumlah sangat banyak. apalagi ditambah dengan kemacetan yang bisa membuat bahan bakar yang digunakan akan semakin banyak dan banyak dan akan menghasilkan pembakaran bahan bakar fosil yang lebih banyak lagi . sungguh Ironis.

sekian

 

Coming soon Part3

Surat untuk Calon

Pagi ini, terpikir sebuah peristiwa yang akan terjadi dan entah hasilnya baik atau buruk pada Oktober 2012. Setiap insan di Indonesia yang memenuhi syarat sesuai undang-undang akan mencalonkan diri (jarang yang dicalonkan) sebagai  gubernur DKI Jakarta dan menunjukkan diri sebagai wujud konkret dari resolusi dan restorasi tentang kerusakan, keburukan, dan kebobrokan Ibukota Republik Indonesia, yakni DKI Jakarta.

 

Hari ini, sudah tanggal 12 Januari 2012. Sekitar 6 bulan ke depan baru akan ada proses pemilihan untuk pergantian dari pemimpin lama yang terkesan eksklusif, , tukang tanda tangan peresmian mall atau yang sering menghabiskan air tanah, menghadiri hajatan – hajatan besar yang menampakkan mukanya di kamera. Itu semua mungkin sebagian kecil perilaku yang ada dan itu tidak salah. Namun, tidak tepat dikala hancurnya jantung justru merawat kulit epidermis.

 

Demi alasan yang telah disebutkan, dibuatlah surat tertanggal 12 Januari 2012 yang memiliki harapan, optimisme, dan keyakinan akan adanya rekonstruksi kondisi mengenai “rumah asli orang betawi”. Berikut bunyi suratnya ;

 

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Dear Bapak/Ibu Calon

Dengan ridho Allah SWT, tertulislah surat terbuka ini dengan tujuan yang baik dan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat luas dan objektifitas.

 Sepertinya sudah banyak yang mengatakan ini dan itu, maonya pemimpin “kaya gini atau kaya gitu”. Sebenernya semuanya tidak “muluk-muluk” tinggal bagaimana anda sebagai calon pemimpin kami bisa mengimplementasikan segala hal yang “orang baik” mau dan itu bersifat positif. Inilah beberapa poin yang akan disampaikan;

  1. Takut dengan sang Maha Pencipta yang sudah menakdirkan anda menjadi manusia seutuhnya yang memiliki iman, hati dan otak yang HARUS digunakan untuk hal yang bermanfaat.
  2. Memimpinlah sebagai manusia, karena binatang tidak mengkolaborasikan hati dengan otak dalam perbuatannya. Pemimpin bukan sebagai pebisnis. Karena pemimpin melihat ke semua arah tidak hanya ke satu arah
  3. Meskipun  bukan berasal dari Jakarta, perasaan memiliki Jakarta sangat diperlukan saat ini. karena yang terlihat saat ini adalah pemerkosaan Jakarta secara besar – besaran yang melumpuhkan beberapa aspek dan menimbulkan masalah.
  4. Berjalanlah wahai para calon ke semua wilayah Jakarta beserta “gang-gang” buntu didalamnya maka akan para calon temukan berbagai permasalahan yang menjadi permasalahan kami anak Jakarta.
  5. Jika menjadi, Masalah urbanisasi ini perlu dipikirkan baik – baik dan solusinya harus mengkonsolidasikan ke seluruh pemimpin daerah lain agar ada kampanye pemerataan alokasi dana agar bisa mencari lapangan pekerjaan sendiri dan hal lainnya.
  6. Jika Menjadi, budaya harus prioritas yang berdampingan dengan pemulihan stabilitas Jakarta dan menjadikan seluruh budaya dan khazanah Jakarta termasuk cagar budaya yang telah di non aktifkan dapat kembali menjadi kebangaan bagi semua warga Jakarta.
  7. Semua wilayah Jakarta memiliki nilai historis yang sangat tinggi . Jangan Lagi ada mall – mall yang merongrong, gedung tingkat “dua ratus”, proyek tidak jelas dan segala macam hal yang menghilangkan bilai sejarah Jakarta. Hidupkan kembali!
  8. Semua hal itu tidak mustahil dilakukan oleh siapapun yang tulus melakukannya.
  9. Jika jadi, Harmonisasi Jakarta di semua hal unik sekaligus baik yang belum disebutkan diatas di wilayah Jakarta harus terjadi dalam kepemimpinan anda.

 

Demikian yang telah disampaikan, semoga dapat bermanfaat dan mohon maaf atas segala kata-kata yang menyinggung atau terkesan salah. Terima Kasih

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

 

Sekian. . .