#Profile Perpustakaan Ciliwung Condet

Perpustakaan Ciliwung Condet adalah perpustakaan yang dibentuk oleh organisasi kelingkungan non profit yang terletak di daerah condet balekambang Jakarta Timur. Perpustakaan ini terletak di Jl. Munggang No.6 Condet Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Perpustakaan ini dibentuk dengan tujuan menyediakan sarana membaca bagi masyarakat Condet Balekambang khususnya, dan masyakarat luas pada umumnya. Karena dalam berbagai keterangan, indonesia sebenarnya memiliki minat baca yang cukup tinggi namun tidak memiliki sokongan mengenai informasi dan sarana yang mendukung untuk membaca.

Sejauh ini Perpustakaan ciliwung condet telah mengumpulkan dan melakukan pendataan terhadap buku – buku yang sudah terkumpul. hasilnya saat ini terdata lebih dari 400 judul dengan perincian lebih dari 450 eksemplar. koleksi – koleksi tersebut antara lain berjudul Birds of Baluran, bermacam judul cerita – cerita anak, dan buku pengetahuan lingkungan lainnya.

untuk tahap selanjutnya, perpustakaan ciliwung condet masih mencoba memenuhi kekurangan keperluan untuk menunjang jalannya perpustakaan ini. antara lain, penambahan koleksi buku, pengadaan sarana dan prasarana seperti karpet, rak, meja baca dll, serta mengorganisir agar perpustakaan ini beroperasi dengan semestinya. dalam hal tersebut perpustakaan ciliwung condet membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin membantu dan mensupport apa-apa yang dibutuhkan oleh perpustakaan ciliwung condet.

#PerpustakaanCiliwung Condet

Contact Person
FB : touchz_loex@yahoo.co.id (Riyan Hidayat)
Twitter : @RiyanHide
email : riyan.hidayat.rh@gmail.com
HP : 085781074386

Astawana dan Maemunah

Pada tahun 1860 di Condet pernah tinggal seorang pangeran yang tidak diketahui asal-usulnya bernama Pangeran Geger dengan istrinya yang bernama Polong. Pangeran ini memiliki tanda bekas luka di dahinya yang bahasa B e t a w i n y a disebut “codet”s e h i n g g a Pangeran Geger d i j u l u k i ” P a n g e r a n Codet”. Konon nama Condet berasal dari nama julukan ini. Pangeran Geger memiliki lima orang anak yaitu Wake, Yaome, Dariah, Siti Maemunah, Lijahm dan Encih. Di antara kelima putra-putrinya itu Siti maemunah lah yang palingm menonjol karena paras cantik, kecerdikan dan ketrampilannya. Pada waktu itu di sebelah timur Condet berdiam seorang pangeran asal Ujung Pandang bernama Pangeran Tenggara yang mempunyai seorang putra sakti berilmu ghaib bernama Pangeran Astawana.

Rumah Astawana dan Maemuna

Mendengar di Condet ada putri Pangeran Geger yang sangat cantik, Pangeran Tenggara mengirim utusannya untuk meminang Siti Maemunah. Setelah pinangan diterima, maka datanglah Pangeran Astawana, putra Pangeran Tenggara tadi menemui calon istrinya bersama orang tuanya dan para pengiringnya. Kedatangan mereka untuk menegaskan syarat-syarat perkawinan itu. Maemunah mengatakan bahwa ia mau menjadi istri Pangeran Astawana, jika calon suaminya dapat memenuhi permintaannya sebagai maskawin. Permintaannya sangat berat bagi orang biasa, tetapi Maemunah telah mendengar bagaimana saktinya Pangeran Astawana. Sebab itu ia tidak segan-segan meminta maskawin yang sulit untuk dipenuhi. Apa permintaannya? Maemunah minta dibuatkan dua buah rumah.

Satu di Batu Ampar dan satu lagi di Bale Kambang. Kedua rumah itu harus selesai dalam waktu satu malam. Oleh Pangeran Astawana permintaan itu disanggupi. Dan betul saja. Kalau kemarin di tempat yang ditunjuk, belum ada apa-apa, tetapi ketika lewat dinihari, di waktu ayam berkokok kedua rumah itu telah berdiri. Bahkan Pangeran Astawana juga membuat jalan berbatu yang menghubungkan kedua rumah itu. Maka akhirnya pernikahan antara Siti Maemunah dan Pangeran Astawana pun dilaksanakan.

Sumber: Condet, Ran Ramlan lewat infocondet.com (Rabu, 4 Juli 2007)

MetroTvNews : Elang Bondol dan Salak Condet Maskot Kota Jakarta

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebagai warga Jakarta, apakah Anda mengetahui maskot dari Kota Jakarta? Jika Anda menjawa Monas, itu salah. Maskot Kota Jakarta sebetulnya adalah seekor Elang Bondol dan Salak Condet. Meski bukan satwa endemik Jakarta, pada 1989 Elang Bondol ditetapkan menjadi Maskot Ibu Kota Indonesia ini bersama dengan Salak Condet. Penetapan maskot Elang Bondol dan Salak Condet itu bisa dilihat di kawasan Cempaka Putih. Di sana terdapat sebuah patung tegak berdiri, yakni patung “burung bondol membawa salak condet”.

Elang Bondol adalah nama yang diberikan masyarakat Jakarta untuk burung yang bernama latin Haliastur Indus. Bondol sesungguhnya nama lain untuk burung kecil yang bekepala putih, seperti pipit uban. Elang Bondol termasuk keluarga burung pemangsa. Namun dalam rantai makanan, elang itu pun menjadi mangsa predator lain, seperti biawak. Habitatnya kebanyakan di pantai, daratan berair, hutan, maupun dataran rendah. Meski bukan burung migran antar-benua, Elang Bondol juga ditemukan di India, China selatan, Filipina, dan Australia. Sesuai namanya, Salak Condet dapat ditemukan di kawasan Condet, Jakarta Timur. Berbeda dengan Elang Bondol, Salak Condet adalah buah asli Kota Jakarta. Konon, buah salak dari perkampungan warga Betawi itu tembus ke sejumlah kota di Pulau Jawa dan Sumatra.

Kini,keberadaan Elang Bondol dan juga Salak Condet terancam punah. Peran serta masyarakat, dan juga pemerintah amat penting guna melestarikannya. Dengan begitu, keduanya bisa dapat dilihat generasi berikutnya. Tidak hanya berupa gambar, namun juga wujud aslinya.(DSY)

Sumber : http://metrotvnews.com/read/newsvideo/2011/06/22/130698/Elang-Bondol-dan-Salak-Condet-Maskot-Kota-Jakarta