#Profile Perpustakaan Ciliwung Condet

Perpustakaan Ciliwung Condet adalah perpustakaan yang dibentuk oleh organisasi kelingkungan non profit yang terletak di daerah condet balekambang Jakarta Timur. Perpustakaan ini terletak di Jl. Munggang No.6 Condet Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Perpustakaan ini dibentuk dengan tujuan menyediakan sarana membaca bagi masyarakat Condet Balekambang khususnya, dan masyakarat luas pada umumnya. Karena dalam berbagai keterangan, indonesia sebenarnya memiliki minat baca yang cukup tinggi namun tidak memiliki sokongan mengenai informasi dan sarana yang mendukung untuk membaca.

Sejauh ini Perpustakaan ciliwung condet telah mengumpulkan dan melakukan pendataan terhadap buku – buku yang sudah terkumpul. hasilnya saat ini terdata lebih dari 400 judul dengan perincian lebih dari 450 eksemplar. koleksi – koleksi tersebut antara lain berjudul Birds of Baluran, bermacam judul cerita – cerita anak, dan buku pengetahuan lingkungan lainnya.

untuk tahap selanjutnya, perpustakaan ciliwung condet masih mencoba memenuhi kekurangan keperluan untuk menunjang jalannya perpustakaan ini. antara lain, penambahan koleksi buku, pengadaan sarana dan prasarana seperti karpet, rak, meja baca dll, serta mengorganisir agar perpustakaan ini beroperasi dengan semestinya. dalam hal tersebut perpustakaan ciliwung condet membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin membantu dan mensupport apa-apa yang dibutuhkan oleh perpustakaan ciliwung condet.

#PerpustakaanCiliwung Condet

Contact Person
FB : touchz_loex@yahoo.co.id (Riyan Hidayat)
Twitter : @RiyanHide
email : riyan.hidayat.rh@gmail.com
HP : 085781074386

Eksotika Setu Babakan; Harta Karun di Sudut Jakarta

Jakarta atau bisa saya sebut wilayah pribumi orang betawi, memiliki khazanah dan budaya yag luar biasa. Bagai emas yang bertebaran dimana-mana, bagai bintang yang kasat mata yang terlihat di malam cerah, atau bahkan bagai lautan dirham didepan rumah. Kebudayaan betawi kaya akan nilai dan ciri khas. Namun, lambat laun khazanah yang penuh umpama ini mulai tergerus arus globalisasi yang mengkampanyekan kebudayaan yang bersifat homogen. Semua manusia tak terkecuali warga betawi mengalami pengaruh fanatisme yang tinggi pada budaya barat yang katanye lebih ngetren, atau lebih gaol mungkin. Tapi, ternyata dibalik kegelapan masih ada setitik cahaya yang tampak, ia adalah kawasan cagar budaya Setu Babakan. Kawasan cagar budaya yang mempertontonkan berbagai khazanah betawi dalam geraknya di “kekakuan gerak” budaya betawi saat ini. Setu Babakan terletak di daerah kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.


Kawasan ini diresmikan sebagai kawasan perkampungan sekaligus cagar budaya betawi pada tahun 2004 oleh Gubernur saat itu, Bapak Sutiyoso. Sebelum peresmian ini, sebetulnya sudah ada persiapan-persiapan terlebih dulu untuk memperkuat wilayah ini, sampai hingga dirasa cukup dan dapat diresmikan. Perkampungan Setu Babakan pernah menjadi salah satu tempat yang dipilih oleh  Pacifik Asia Travel Association (PATA) sebagai tempat kunjungan wisata bagi peserta konferensi PATA di Jakarta pada Oktober 2002. Kawasan ini memiliki luas sekitar 165 hektar dan terdapat diapit  dua danau yang diduduki oleh 3000 KK atau lebih yang sebagian besar ‘orang’  betawi asli yang secara turun temurun tinggal disitu dan sebagian kecil para pendatang yang sudah menetap selama puluhan tahun.

 

Cagar budaya ini menyuguhkan berbagai hal – hal menarik dan unik.. Mulai dari Lingkungannya, Alamnya, Suguhan budayanya, dan hal lainnya yang mungkin dirindukan oleh pencinta dunia betawi. Berikut beberapa keunikan;

  • Kawasan Cagar budaya ini memiliki bentang alam yang asri dan masih memiliki banyak pohon dan rindang. Jadi, cadangan oksigen tidak akan terasa kurang disini dan terasa adeeeemmm bangeet. Disana juga terdapat dua situ atau danau yang bernama situ mangga bolong dan situ babakan yang sangat indah dipandang.
  • Kawasan ini juga menyujuhkan pertunjukan-pertunjukan seni budaya betawi sepert; marawis, hadroh, tarian-tarian betawi, gambang kromong, lenong dan seni budaya betawi lainnya.
  • Kawasan ini menyediakan jajanan-jajanan khas betawi seperti kerak telor, soto betawi, bir pletok dan makanan khas lainnya.

Mungkin, itu sekilas dari sekian banyak informasi tentang harta karun di sudut Jakarta. kalau mau tahu lebih lanjut, kunjungi tempatnya.

Cara menuju lokasi ;

  • Dari Terminal Pasar Minggu, naik Kopaja No. 616 jurusan Blok M menuju Cimpedak, turun di depan pintu gerbang perkampungan Setu Babakan.
  • Menggunakan taksi dari Terminal Depok perkampungan Setu Babakan.
  • Dari Terminal Depok naik Metromini 616 jurusan Blok M-Pasar Minggu-Cimpedak atau naik angkutan umum bernomor 128, kemudian turun di depan pintu gerbang perkampungan Setu Babakan.

Sekian

about Setu Babakan:

 

 

*berbagai sumber

Malu Sebagai Tuan Rumah; Part.2

Sistem drainase yang buruk juga juga mendukung usaha gedung tinggi yang sengaja menghisap habis segala sumber daya air tanah jakarta untuk meluluh lantakkan bumi Jakarta ini. Seharusnya menurut beberapa sumber, menurut  Guru Besar di Departemen Geofisika dan Meteorologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor Hidayat Pawitan dalam diskusi di IPB, Bogor, mengatakan  bahwa wilayah Jakarta yang luasnya hampir 650.000 hektar membutuhkan sekitar 6500 waduk yang tentu saja alokasiannya masing -masing 1 waduk untuk 100 hektar.  Banjir Kanal Barat dan Timur terlihat hari ini justru hanya menjadi Sarang sampah dan tetap saja seperti itu tak dapat mengurangi atau bahkan memberhentikan potensi banjir yang ada.

Masalah lingkungan yang selanjutnya adalah polusi. Polusi merupakan kata yang tak asing bagi kita semua penduduk Jakarta yang masih bisa menghirup oksigen dan menggunakan sumber daya udara lainnya. Tapi, apa yang terjadi hari ini? mulai dari asap rokok, tabunan, asap kendaraan bertenaga besi, hingga pembuangan dari ‘Usus’ pabrik  secara tidak langsung menjadi tersangka bagi hal ini. Mulai dari asap rokok, berapa ribu atau lebih mengambil korek dan menghisap rokok setiap harinya?. Lalu, berapa banyak kendaraan yang lewat atau mengelilingi Jakarta setiap harinya? setiap hari jutaan kendaraan memasuki Jakarta. Berapa banyak senyawa hasil pembakaran kendaraan bermotor?. padahal ini semua secara langsung menjadi faktor keburukan  kesehatan akibat polusi , dan sebagainya hingga beriringan dengan masalah lain.

ini menjadi sangat buruk manakala didukung oleh faktor lainnya, misal karena terlalu banyak kendaraan bermototr menyebabkan bahan bakar yang digunakan setiap harinya semakin terakumulasi dan berjumlah sangat banyak. apalagi ditambah dengan kemacetan yang bisa membuat bahan bakar yang digunakan akan semakin banyak dan banyak dan akan menghasilkan pembakaran bahan bakar fosil yang lebih banyak lagi . sungguh Ironis.

sekian

 

Coming soon Part3

Antara Musibah dan Introspeksi

Pagi ini seperti biasa layaknya insan yang lain saya melangkahkan kaki untuk rutinitas yang  fardhu ‘ain yaitu sarapan pagi. Kali ini saya menuju sebuah warung kopi dan memesan semangkuk bubur ayam yang masih hangat. Diputuskanlah bubur ayam itu dibungkus saja dan dimakan dirumah dan segera bergegas pulang. Dengan mangkuk yang sudah siap dan bergegas menuju ke depan televisi.

Mendengar tapi tuli

Manis Tapi Pahit

Bisa Tapi tak Mampu

Itulah tiga dari empat ungkapan yang terungkap di spanduk yang terpampang manakala ditekan tombol on televisi. Ungkapan itu Tampak seorang reporter sedang mewawancarai seseorang yang sedikit beruban namun tak terlalu tua. Memakai kacamata dan berbicara lugas tanpa menyensor nama-nama dengan inisial atau tidak mengatakannya. Beliau adalah ketua rt. 01 di daerah Pondok Labu, Jakarta Selatan yang mewakili perasaan kecewa terhadap para penguasa yang lebih tinggi. Daerah yang diwakilinya sudah lama terendam banjir dari kali krukut dengan anomali yanng berbeda-beda. ini tidak terjadi semata-mata hanya dua hari atau satu minggu. Ini terjadi sekitar dari sepuluh bulan yang lalu, tepatnya sejak bulan Maret.

Warga Pondok Labu dan sekitarnya sudah mengadukan ini semua kepada pemerintah terkait. Bahkan, ada MOU yang dipegang oleh mereka. tetapi, sampai sekarang belum ada tanggapan apapun. MOU itu berisi bahwa banjir akan segera diatasi. Memang, pemerintah sudah mengoperasikan alat berat yang bertugas mengatasi pendangkalan kali dan melebarkannya. Namun, warga merasa itu tak efektif  karena per-hari hanya mengeruk hanya sekitar kedalaman dua meter. Banjir itu membuat mereka banyak mengalami kerugian, mulai dari mengalami berbagai penyakit hingga beban psikologis yang sangat tinggi.

Hal Ini harus segera diselesaikan agar tidak muncul masalah-masalah selanjutnya. Pemerintah harus segera menanggapi tuntutan ini sebelum semua terlambat. Dalam hal lain, Masyakarakat juga perlu belajar kenapa hal ini bisa terjadi?. Jadi,  mari bersama-sama kita menginterospeksi dan memperbaiki diri. Semoga seluruh warga yang terkena musibah mendapat kesejahteraan yang lebih baik setelah ini.

Sekian

Surat untuk Calon

Pagi ini, terpikir sebuah peristiwa yang akan terjadi dan entah hasilnya baik atau buruk pada Oktober 2012. Setiap insan di Indonesia yang memenuhi syarat sesuai undang-undang akan mencalonkan diri (jarang yang dicalonkan) sebagai  gubernur DKI Jakarta dan menunjukkan diri sebagai wujud konkret dari resolusi dan restorasi tentang kerusakan, keburukan, dan kebobrokan Ibukota Republik Indonesia, yakni DKI Jakarta.

 

Hari ini, sudah tanggal 12 Januari 2012. Sekitar 6 bulan ke depan baru akan ada proses pemilihan untuk pergantian dari pemimpin lama yang terkesan eksklusif, , tukang tanda tangan peresmian mall atau yang sering menghabiskan air tanah, menghadiri hajatan – hajatan besar yang menampakkan mukanya di kamera. Itu semua mungkin sebagian kecil perilaku yang ada dan itu tidak salah. Namun, tidak tepat dikala hancurnya jantung justru merawat kulit epidermis.

 

Demi alasan yang telah disebutkan, dibuatlah surat tertanggal 12 Januari 2012 yang memiliki harapan, optimisme, dan keyakinan akan adanya rekonstruksi kondisi mengenai “rumah asli orang betawi”. Berikut bunyi suratnya ;

 

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Dear Bapak/Ibu Calon

Dengan ridho Allah SWT, tertulislah surat terbuka ini dengan tujuan yang baik dan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat luas dan objektifitas.

 Sepertinya sudah banyak yang mengatakan ini dan itu, maonya pemimpin “kaya gini atau kaya gitu”. Sebenernya semuanya tidak “muluk-muluk” tinggal bagaimana anda sebagai calon pemimpin kami bisa mengimplementasikan segala hal yang “orang baik” mau dan itu bersifat positif. Inilah beberapa poin yang akan disampaikan;

  1. Takut dengan sang Maha Pencipta yang sudah menakdirkan anda menjadi manusia seutuhnya yang memiliki iman, hati dan otak yang HARUS digunakan untuk hal yang bermanfaat.
  2. Memimpinlah sebagai manusia, karena binatang tidak mengkolaborasikan hati dengan otak dalam perbuatannya. Pemimpin bukan sebagai pebisnis. Karena pemimpin melihat ke semua arah tidak hanya ke satu arah
  3. Meskipun  bukan berasal dari Jakarta, perasaan memiliki Jakarta sangat diperlukan saat ini. karena yang terlihat saat ini adalah pemerkosaan Jakarta secara besar – besaran yang melumpuhkan beberapa aspek dan menimbulkan masalah.
  4. Berjalanlah wahai para calon ke semua wilayah Jakarta beserta “gang-gang” buntu didalamnya maka akan para calon temukan berbagai permasalahan yang menjadi permasalahan kami anak Jakarta.
  5. Jika menjadi, Masalah urbanisasi ini perlu dipikirkan baik – baik dan solusinya harus mengkonsolidasikan ke seluruh pemimpin daerah lain agar ada kampanye pemerataan alokasi dana agar bisa mencari lapangan pekerjaan sendiri dan hal lainnya.
  6. Jika Menjadi, budaya harus prioritas yang berdampingan dengan pemulihan stabilitas Jakarta dan menjadikan seluruh budaya dan khazanah Jakarta termasuk cagar budaya yang telah di non aktifkan dapat kembali menjadi kebangaan bagi semua warga Jakarta.
  7. Semua wilayah Jakarta memiliki nilai historis yang sangat tinggi . Jangan Lagi ada mall – mall yang merongrong, gedung tingkat “dua ratus”, proyek tidak jelas dan segala macam hal yang menghilangkan bilai sejarah Jakarta. Hidupkan kembali!
  8. Semua hal itu tidak mustahil dilakukan oleh siapapun yang tulus melakukannya.
  9. Jika jadi, Harmonisasi Jakarta di semua hal unik sekaligus baik yang belum disebutkan diatas di wilayah Jakarta harus terjadi dalam kepemimpinan anda.

 

Demikian yang telah disampaikan, semoga dapat bermanfaat dan mohon maaf atas segala kata-kata yang menyinggung atau terkesan salah. Terima Kasih

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

 

Sekian. . .

Malu Sebagai Tuan Rumah

“Lu boleh jadi majikan di negeri lain. Tapi kalo ude di negeri sendiri, bilang Ini rumah gw. Rawat tuh rumah.”

Kata – kata itu yang sangat membuat saya malu dan menyayat hati. Saya memang bukan majikan di negeri orang. Tapi, saya juga bukan tuan rumah yang baik. Dulu saya hanya acuh pada keadaan yang lambat laun berubah menuju ke arah kebobrokan atau malah sudah mulai bobrok. Acuh pada kerinduan orang – orang akan sesuatu yang konstruktif untuk “rumah” saya.

Rumah saya, DKI Jakarta kini sudah tua renta. Berbagai perawatan, modifikasi, accessories, perbaikan atau istilah apapun yang melekat selama kota yang mencoba “indah” ini berdiri. Berbagai penghuni ada didalamnya. Tapi, kebanyakan tidak memperdulikan saluran ereksi mereka. Banyak penghuinya, tapi apakah ketua dari penghuninya memikirkan itu semua?.

Masalah Lingkungan

Agaknya banjir menjadi “Soulmate” yang sangat setia bagi hiruk – pikuk kota Jakarta yang selalu ramai dengan orang berdasi, biasa saja hingga yang meminta di jalan raya. Memang dahulu J.P.Coen sudah menduga akan potensi banjir di Jakarta,  hingga ia mengusulkan Jakarta menjadi water front city (kota air) layaknya Amsterdam di Belanda. Jadi secara historis, Jakarta memang sudah diprediksi potensi banjir yang juga dikuatkan dengan penambahan volume debit air yang dihasilkan ciliwung, Cisadane dan angke atau sungai lain ke Teluk Jakarta.

Kalau dilihat dari sisi sejarah memang seperti itu, faktor alam itu pasti tapi faktor akibat dari manusia sungguh elastis, bisa berakibat baik atau buruk. Dalam hal ini, dikatakan bahwa faktor manusia lebih ampuh untuk mempengaruhi jakarta dengan baik atau tidak. Lalu, dalam hal banjir faktor manusia ini menjadi penyumbang presentase terbesar dari kejadian banjir yang ada di Jakarta.

Pembangunan gedung-gedung pencakar langit yang menjadi hobi sehari – hari  adalah salah satunya. Menurut BMG secara tidak langsung ini mempengaruhi perubahan karakteristik tanah yang menjadi peresap air. Tanah Jakarta yang secara historis adalah rawa menjadi labil dan rawan amblas. Dalam hal udara, gedung-gedung tinggi ini membuat sirkulasi udara tidak berjalan sungguh buruk, apalagi ditambah dengan gedung tinggi yang menggunakan kaca yang berpotensi memancarkan radiasi matahari yang membuat sekeliling gedung tersebuut menjadi panas. Dalam 25 tahun terakhir ada beberapa unsur mengalami perubahan diantaranay suhu udara di wilayah DKI Jakarta mengalami kenaikan rata-rata 0.17oC, suhu di daerah Jakarta cenderung lebih tinggi 0,7 oC – 0,9 oC di bandingkan dengan daerah pinggiran (Halim dan Cengkareng). Bukan hanya itu, drainase yang tidak optimal atau bisa dikatakan bobrok menyebabkan banjir. Misalnya, dahulu di jalan M.H. Thamrin tidak pernah banjir sekarang ikut banjir.

To Be Continued