Kalau Mau Dicontoh Jadilah Sepantas-pantasnya Contoh

Hiruk-pikuk Jakarta, Kerasnya jalan raya, sesak udara knalpot yang terlalu berjaya. Berebut saling sikut mendahulukan motor tunggangan daripada motor yang bersebelahan. Ada kisah yang tak bisa diulang kembali, telah termaktub dalam kenangan yang berkesudahan duka di masa mendatang. Ini tentang kisah kecil yang tak sampai memenuhi satu bab di suatu novel.

Pagi itu, seorang ayah A yang sangat mencintai anaknya bergegas dan bersiap berangkat mencari nafkah seiring dengan penantian anaknya di motor kesayangan mereka. Mereka berdua pun bersiap menduduki jok motor kesayangan ayahnya melewati rute Jalan kampung, dua kali belok kanan dan sekali belok kiri ambil kanan ke jalan raya girang arah daerah kanopi.

Sementara,

Pagi itu juga, Seorang Ayah B yang juga sangat mencintai anaknya terburu waktu karena anaknya dua, masih usia SD kelas dua dan lima merasa sudah sangat terlambat. Mereka berbonceng tiga di motor ayahnya yang hendak membawa mereka ke sekolah. Mereka melewati tiga kali belok kanan dan dua kali belok kiri lalu ambil kiri menuju jalan raya girang arah daerah kanopi.

Lalu?

Kedua bapak-bapak bahagia ini sama-sama menuju jalan raya girang arah daerah kanopi. Mereka harus melewati dua lampu merah sebelum tiba di daerah kanopi.

 

Lampu Merah 1

Ayah A berhenti, melihat lampu merah dengan hitung mundur

masih 120 detik.

Ayah B Bablas, karena melihat jalan lengang dan tiada mobil serta

tiada petugas kepolisian

 

Lampu Merah 2

Ayah A telah tertinggal jauh dibelakang.

Ayah B akan segera melewati lampu merah dalam jarak 200 M.

Anak 1 Ayah B kelas 5 : Yah, sudah telat nih, cepetan dong. Kalau bisa terabas aja lagi

Anak 2 Ayah B kelas 2 : Iya yah, kan aman. Seru juga kita selip-selipan sama kendaraan

lain. Jago!

Lalu apa yang terjadi ?

 

Braaakkkk…

Sementara itu, Ayah A dan anak tercintanya sampai 15 menit kemudian dengan selamat dan tanpa luka.
Ayah A Bahagia,

Sementara Ayah B begitulah adanya.

Pikirkanlah, si Ayah A dapat poin 10

si Ayah B rugi lebih dari 100 poin

 

Kenapa? Semua orang punya jawabannya..

Iklan

Diterbitkan oleh

Riyan Hidayat

Alumni Fakultas IlmuPengetahuan Budaya Universitas Indonesia | Peminat Kronik dan Peristiwa yang telah Lalu | Belajar Kosa Kata Bahasa Arab lewat "Serinting Bahasa Arab"

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s