Maaf

Sudah sepantasnya manusia, yang memiliki keniscayaan akan kekurangan dan kesalahan bisa mengenal maaf lebih dalam. Maaf seperti melempar batu ke seberang sungai yang lebar. Jika ia sungguh sesungguh-sungguhnya boleh jadi akan mudah sampai ke seberang dengan pasti. Tapi jika Ia hanya melempar sekedarnya, apakah bisa batu tersebut sampai di seberang sungai?

Maaf tak sekedar melontarkan, tapi sungguh atau tidaknya mempengaruhi perubahan subjek yang terhubung dengan maaf. Tak ada perubahan jika hanya asal lontar. meskipun calon penerima sudah menerima dengan “ya sudahlah, yang penting sudah melempar”.

Tapi, Allah maha pemaaf. Sudah seharusnya hamba menanamkan sifatullah dalam dirinya. Sudah saling memaafkan?

“Mohon maaf lahir batin dari saya yang memiliki banyak kesalahan” – @RiyanHide

Iklan

Diterbitkan oleh

Riyan Hidayat

Alumni Fakultas IlmuPengetahuan Budaya Universitas Indonesia | Peminat Kronik dan Peristiwa yang telah Lalu | Belajar Kosa Kata Bahasa Arab lewat "Serinting Bahasa Arab"

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s