Pengemis

Ya, Namanya pengemis. Tak ada prestis, hanya apatis yang teranalisis. Guratan mata hati yang lelah, menunggu jiwa manusia mau mengalah. Goresan luka yang semakin menganga dalam kehidupan menuju baka. Tanda hidup yang tak pernah tenang dalam terinjaknya air yang menggenang. Tak ada kebahagiaan, hanya kesengsaraan. Terus menerus menengadahkan tangan, dengan penuh perngharapan. Jujur harapnya, seperti cermin rupanya. Halus katanya, “Minta pak, minta bu.” Duduk berlemah-lemah badan diantara kejamnya iklim dunia dibawah awan.

Menemani sang buah hati menunggu kebaikan hati beberapa insan ilahi. Buah hati pengemis, sebongkah kisah yang terangkum dalam bab kesuraman masa depan.

“Siapa bisa menjamin, kau sedang tidak dipinta? kau sedang diharapkan?. Mungkin ada banyak bintang yang ditunggu kehadirannya oleh seseorang, mungkin engkau adalah salah satu bintang yang ditunggu kehadirannya oleh seseorang, mungkin seseorang itu disebut pengemis. mengemis apa saja demi kebaikan tanggungannya.”

Jakarta, 29 Juni 2013

Iklan

Diterbitkan oleh

Riyan Hidayat

Alumni Fakultas IlmuPengetahuan Budaya Universitas Indonesia | Peminat Kronik dan Peristiwa yang telah Lalu | Belajar Kosa Kata Bahasa Arab lewat "Serinting Bahasa Arab"

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s