Seberkas Pelajaran dari Beberapa Kalimat

“Ambillah waktu untuk berfikir, itu adalah sumber kekuatan. Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahsia dari masa muda yang abadi. Ambillah waktu untuk berdoa, itu adalah sumber ketenangan. Ambillah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaan. Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah hak istimewa yang diberikan Tuhan. Ambillah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan. Ambillah waktu untuk tertawa, itu adalah musik yang menggetarkan hati. Ambillah waktu untuk memberi, itu adalah membuat hidup terasa bererti. Ambillah waktu untuk bekerja, itu adalah nilai keberhasilan. Ambillah waktu untuk beramal, itu adalah kunci menuju syurga.”

Beberapa kalimat yang mungkin mengguncang saya malam ini. Sebuah pembelajaran tanpa paksaan penuh dengan cakrawala kebijaksanaan diantara keruhnya dunia yang penuh egoistis, matrealistis, liberalis, pragmatis, dan negatif-negatif lainnya. Berfikir, berdoa, belajar, saling cinta, persahabatan, tertawa, saling memberi, bekerja dan beramal  menjadi nilai-nilai yang berpadu harmonis. Tak ada niat saling tindih diantara nilai-nilai itu yang justru memberikan nada indah pada alur kehidupan manusia.

Ambillah waktu untuk berfikir, itu adalah sumber kekuatan

Berfikir menjadi senjata utama manusia untuk menggapai sesuatu yang bisa bersifat abstrak atau konkret sekalipun, baik berupa pelajaran atau hal lainnya. Dicontohkan, ketika kita berjalan menyusuri  jalan-jalan yang begitu gelap, damai dan tak begitu ramai yang berhias berbagai macam bangunan beton yang indah. apa yang kita tangkap dalam benak kita?, bandingkan dengan jika kita berjalan diantara gedung yang rapuh dibatasi jalan yang penuh lumpur Lalu selanjutnya ketika tertimpa musibah, berfikirkah kita ini adalah rencana besar Allah SWT tentang bagaimana kita bersabar dalam musibah. Sebaliknya, kenikmatan mengalir dengan deras, penuh keyakinan yang mungkin ada maksud dibalik ini semua. mengertilah wahai Aku dan Kita semua.

Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahasia dari masa muda yang abadi

Di zaman ini, mungkin tak habisnya seseorang bekerja dan berusaha dengan penuh semangat dan kobaran menyala dalam jiwanya. tapi apa artinya bila itu semua penuh dengan kekakuan? adakah yang perduli dengan jiwa semangatnya secara sehat? bermainlah wahai kita semua. tertawa untuk mengambil hikmah semua kehidupan secara sukaria.

Ambillah waktu untuk berdoa, itu adalah sumber ketenangan

Mungkin agama adalah hal yang mungkin sering dilupakan manusia. dalam kutipan kata mutiara “Agama tidak pernah mengecewakan manusia. Tetapi manusia yang selalu mengecewakan agama.” begitu dasar menjelaskan seperti itu. kita mungkin senantiasa mengejar hal-hal yag terdefinisi sebagai ambisi atau apapun namanya yang begitu membutuhkan hasrat dan keinginan yang besar yang dalam pandangan kita akan membuat hidup kita sukses dan lebih cemelang dari sebelumnya. Tapi, karena terlalu terobsesi menjadikan kita melupakan hal yang menjadi kebutuhan primer kita, yaitu Agama. Padahal, tak ada yang lebih kuasa dari sang pemilik semesta.

Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah hak istimewa yang diberikan Tuhan dan Ambillah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan serta Ambillah waktu untuk tertawa, itu adalah musik yang menggetarkan hati.

Konflik, sengketa yang menjadi ricuh, dan semacamnya seringkali menjadi headline dalam koran dewasa ini. Tak ada gambaran wajah yang berkasih sayang  penuh kasih antar sesama manusia. Manusia takkan pernah bisa hidup sendiri walau dalam mimpinya sendiri. Kasih Sayang, perdamaian, Cinta menjadi dasar utama dalam kerukunan antar manusia. tertawa bersama dalam ruang yang sama menikmati nikmatnya pertalian hati yang begitu rukun dan menenangkan yang bisa membangun sekitar yang lebih baik.

Ambillah waktu untuk memberi, itu adalah membuat hidup terasa berarti

Memberi menjadikan hidup lebih berarti, saling memberi itu indah. Memberi tak akan pernah membuat satu kekurangan.  itulah yang harus kita pahami. bahwa dalam harta kita terdapat hak mereka, keringat mereka, dan ikhtiar mereka yang keadaannya mungkin tak lebih baik dari kita. jadi, memberi adalah cara yang baik untuk menyambung silaturahim

Ambillah waktu untuk bekerja, itu adalah nilai keberhasilan dan Ambillah waktu untuk beramal, itu adalah kunci menuju syurga.

Bekerja dan beramal menurut penulis adalah hal yang bertalian. Bekerja tanpa beramal adalah keegoisan tak tebatas.  Dalam hal-hal yang kita dapatkan, terdapat banyak faktor yang mungkin tak terjamah oleh pikiran kita. karena sebaiknya bekerjalah untuk beramal dan berbagi sebagai tanda syukur pada Allah SWT karena telah ditakdirkan bertemu dengan faktor-faktor itu yang mungkin menjadi “penyampai” kenikmatan.

 

Demikianlah penjabaran dari manusia yang Dhoif  ini yang banyak salahnya. salam 🙂

 

Jakarta, 5 Mei 2012 10:25 م

Iklan

Diterbitkan oleh

Riyan Hidayat

Alumni Fakultas IlmuPengetahuan Budaya Universitas Indonesia | Peminat Kronik dan Peristiwa yang telah Lalu | Belajar Kosa Kata Bahasa Arab lewat "Serinting Bahasa Arab"

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s