Daun

Bersemi indah bersama selarasnya angin dan kesejukan

menghijaukan mata yang tak rela

jika keindahan tak lagi dilihatnya

Tak rela ia jika daun itu bermuara di ketiadaan

 

Tapi sayang, keguguran telah tiba

Daun jatuh tertiup angin entah kemana

mengering bersama hati orang-orang putus asa

dan hilang begitu saja

 

begitulah batang ditinggal oleh kekasihnya

seakan ia tak rela walau ia harus rela

daun itu terbang dan berlarian tak kembali

seakan dia tahu akan ada daun baru yang akan temaninya

 

Jakarta, 16 April 2012. 05:52 am

Iklan

Diterbitkan oleh

Riyan Hidayat

Alumni Fakultas IlmuPengetahuan Budaya Universitas Indonesia | Peminat Kronik dan Peristiwa yang telah Lalu | Belajar Kosa Kata Bahasa Arab lewat "Serinting Bahasa Arab"

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s