Antara Musibah dan Introspeksi

Pagi ini seperti biasa layaknya insan yang lain saya melangkahkan kaki untuk rutinitas yang  fardhu ‘ain yaitu sarapan pagi. Kali ini saya menuju sebuah warung kopi dan memesan semangkuk bubur ayam yang masih hangat. Diputuskanlah bubur ayam itu dibungkus saja dan dimakan dirumah dan segera bergegas pulang. Dengan mangkuk yang sudah siap dan bergegas menuju ke depan televisi.

Mendengar tapi tuli

Manis Tapi Pahit

Bisa Tapi tak Mampu

Itulah tiga dari empat ungkapan yang terungkap di spanduk yang terpampang manakala ditekan tombol on televisi. Ungkapan itu Tampak seorang reporter sedang mewawancarai seseorang yang sedikit beruban namun tak terlalu tua. Memakai kacamata dan berbicara lugas tanpa menyensor nama-nama dengan inisial atau tidak mengatakannya. Beliau adalah ketua rt. 01 di daerah Pondok Labu, Jakarta Selatan yang mewakili perasaan kecewa terhadap para penguasa yang lebih tinggi. Daerah yang diwakilinya sudah lama terendam banjir dari kali krukut dengan anomali yanng berbeda-beda. ini tidak terjadi semata-mata hanya dua hari atau satu minggu. Ini terjadi sekitar dari sepuluh bulan yang lalu, tepatnya sejak bulan Maret.

Warga Pondok Labu dan sekitarnya sudah mengadukan ini semua kepada pemerintah terkait. Bahkan, ada MOU yang dipegang oleh mereka. tetapi, sampai sekarang belum ada tanggapan apapun. MOU itu berisi bahwa banjir akan segera diatasi. Memang, pemerintah sudah mengoperasikan alat berat yang bertugas mengatasi pendangkalan kali dan melebarkannya. Namun, warga merasa itu tak efektif  karena per-hari hanya mengeruk hanya sekitar kedalaman dua meter. Banjir itu membuat mereka banyak mengalami kerugian, mulai dari mengalami berbagai penyakit hingga beban psikologis yang sangat tinggi.

Hal Ini harus segera diselesaikan agar tidak muncul masalah-masalah selanjutnya. Pemerintah harus segera menanggapi tuntutan ini sebelum semua terlambat. Dalam hal lain, Masyakarakat juga perlu belajar kenapa hal ini bisa terjadi?. Jadi,  mari bersama-sama kita menginterospeksi dan memperbaiki diri. Semoga seluruh warga yang terkena musibah mendapat kesejahteraan yang lebih baik setelah ini.

Sekian

Iklan

Diterbitkan oleh

Riyan Hidayat

Alumni Fakultas IlmuPengetahuan Budaya Universitas Indonesia | Peminat Kronik dan Peristiwa yang telah Lalu | Belajar Kosa Kata Bahasa Arab lewat "Serinting Bahasa Arab"

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s