Astawana dan Maemunah

Pada tahun 1860 di Condet pernah tinggal seorang pangeran yang tidak diketahui asal-usulnya bernama Pangeran Geger dengan istrinya yang bernama Polong. Pangeran ini memiliki tanda bekas luka di dahinya yang bahasa B e t a w i n y a disebut “codet”s e h i n g g a Pangeran Geger d i j u l u k i ” P a n g e r a n Codet”. Konon nama Condet berasal dari nama julukan ini. Pangeran Geger memiliki lima orang anak yaitu Wake, Yaome, Dariah, Siti Maemunah, Lijahm dan Encih. Di antara kelima putra-putrinya itu Siti maemunah lah yang palingm menonjol karena paras cantik, kecerdikan dan ketrampilannya. Pada waktu itu di sebelah timur Condet berdiam seorang pangeran asal Ujung Pandang bernama Pangeran Tenggara yang mempunyai seorang putra sakti berilmu ghaib bernama Pangeran Astawana.

Rumah Astawana dan Maemuna

Mendengar di Condet ada putri Pangeran Geger yang sangat cantik, Pangeran Tenggara mengirim utusannya untuk meminang Siti Maemunah. Setelah pinangan diterima, maka datanglah Pangeran Astawana, putra Pangeran Tenggara tadi menemui calon istrinya bersama orang tuanya dan para pengiringnya. Kedatangan mereka untuk menegaskan syarat-syarat perkawinan itu. Maemunah mengatakan bahwa ia mau menjadi istri Pangeran Astawana, jika calon suaminya dapat memenuhi permintaannya sebagai maskawin. Permintaannya sangat berat bagi orang biasa, tetapi Maemunah telah mendengar bagaimana saktinya Pangeran Astawana. Sebab itu ia tidak segan-segan meminta maskawin yang sulit untuk dipenuhi. Apa permintaannya? Maemunah minta dibuatkan dua buah rumah.

Satu di Batu Ampar dan satu lagi di Bale Kambang. Kedua rumah itu harus selesai dalam waktu satu malam. Oleh Pangeran Astawana permintaan itu disanggupi. Dan betul saja. Kalau kemarin di tempat yang ditunjuk, belum ada apa-apa, tetapi ketika lewat dinihari, di waktu ayam berkokok kedua rumah itu telah berdiri. Bahkan Pangeran Astawana juga membuat jalan berbatu yang menghubungkan kedua rumah itu. Maka akhirnya pernikahan antara Siti Maemunah dan Pangeran Astawana pun dilaksanakan.

Sumber: Condet, Ran Ramlan lewat infocondet.com (Rabu, 4 Juli 2007)

Iklan

Diterbitkan oleh

Riyan Hidayat

Alumni Fakultas IlmuPengetahuan Budaya Universitas Indonesia | Peminat Kronik dan Peristiwa yang telah Lalu | Belajar Kosa Kata Bahasa Arab lewat "Serinting Bahasa Arab"

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s